Yayasan Aruna Surya Bestari
Info9 Agustus 2023

GEBYAR MUHARAM 1445 H

Songsong hari ini lebih baik dari hari kemarin

Yayasan Aruna Surya Bestari

GEBYAR MUHARAM 1445 H

Songsong hari ini lebih baik dari hari kemarin


Adik adik semuanya yang Bapak sayangi
Sesungguhnya, saat ini kita berada di bulan Muharam yang penuh kemuliaan dan keutamaan. Sebuah kesempatan emas yang datang setelah berlalunya bulan Zulhijah yang juga penuh dengan kemuliaan dan keutamaan. bulan pertama dalam sistem kalender hijriyah yang berdasarkan perputaran bulan. Ini berarti kita telah memasuki tahun baru Islam.

Sebagai seorang muslim kita perlu untuk sejenak menghayati beberapa hal yang terkait dengan penanggalan Islam ini. Beberapa hal yang seyogyanya kita jadikan renungan itu adalah :
1. Syukur atas Usia yang diberikan Allah Umur adalah nikmat yang diberikan Allah pada kita, dan jarang kita syukuri. Betapa banyak orang yang kita kenal, baik teman, sahabat , keluarga, guru, atau siapa pun yang kita kenal, tahun lalu masih hidup bersama kita. Bergurau, berkomunikasi, mengajar, menasehati atau melakukan aktifitas hidup seharihari, namun tahun ini dia telah tiada. Dia telah wafat, menghadap Allah Suhanahu wa ta’ala dengan membawa amal shalehnya dan mempertanggungjawabkan kesalahannya. Sementara kita saat ini masih diberi Allah kesempatan untuk bertaubat, memperbaiki kesalahan yang kita perbuat, menambah amal shaleh sebagai bekal menghadap -NYA. Karena itu sangat tidak layak apabila seseorang yang masih diberi kesehatan, kelapangan rizki dan kesempatan untuk beramal lalai bersyukur pada Allah dengan mengabaikan perintah-perintahNya serta sering melanggar larangan-larangan -Nya.
2. Mu ha sa bah (introspeksi diri) dan istighfar. Ini adalah hal yang penting dilakukan setiap muslim. Karena sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal shaleh. Apa yang sudah dilakukan sebagai bentuk amal shaleh? Sudahkah tilawah al-Qur’an, sedekah dan dzikir kita menghapuskan kesalahan-kesalahan yang kita lakukan? Malam-malam yang kita lewati, lebih sering kita gunakan untuk sujud kepada Allah, meneteskan air mata keinsyafan ataukah lebih banyak untuk begadang menikmati tayangan-tayangan dari gadget kita. Langkah-langkah kaki kita, kemana kita gunakan? Dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selayaknya menemani hati dan pikiran seorang muslim yang beriman pada Allah dan Hari Akhir, lebih-lebih dalam suasana pergantian tahun seperti sekarang ini. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun peringatan bagi kita apa yang sudah kita lakukan tahun lalu, dan apa yang akan kita perbuat esok.

Oleh karenanya, marilah kita buka kita tulis di tahun baru kita ini dengan ketakwaan dan kesholehan diiringi dengan penyesalan dan taubat terhadap masa dan waktu yang telah berlalu di tahun sebelumnya yang tidak berhasil kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya atau kita habiskan untuk selain ketaatan kepada Allah.

Tahun kemarin yang telah berlalu itu bisa menjadi saksi yang akan membela kita namun bisa juga menjadi saksi yang akan menyusahkan kita di yaumul hisab nanti. Oleh karenanya, pada tahun yang baru ini, kita harus berusaha semaksimal kemampuan kita untuk memperbanyak amal kebaikan pada umur yang tersisa.
Untuk menjadi orang yang baik itu tidak membutuhkan kemampuan khusus atau tingkat kecerdasan tertentu. Sesungguhnya pintu-pintu kebaikan itu banyak. Tidak ada sesuatu yang membatasinya.

Yang perlu dilakukan setiap orang hanyalah membulatkan tekad untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain. Nabi Muhammad telah menyebutkan secara garis besar pintu-pintu kebaikan ini dalam sabdanya,
Jika kalian berbuat baik berarti kalian telah berbuat baik untuk diri kalian sendiri.” [Surat al-Isra’: 7]

Kita mesti berbuat baik kepada manusia dan memberi manfaat kepada mereka dengan berbagai macam manfaat. Nabi Muhammad telah memberi kabar berita bahwa manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Dan manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain.
“Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Al Hakim).

Inilah pesan singkat sambutan dari Ketua Yayasan Aruna Surya Bestari

Ikut berkontribusi

Dukung kami dengan donasi Anda

Info dan kegiatan YASB terus berjalan berkat kepedulian para donatur. Jadilah bagian dari cerita kebaikan ini.